Peneleh Cemetery
Friday, July 3, 2009 10:50Suatu ketika saya diajak teman saya untuk mengunjungi Makam Peneleh, ketika itu reaksi saya biasa-biasa saja, tidak terlalu tertarik, tidak juga menolak. Dalam hati saya pikir emang ada apanya di dalamnya. Kalau teman saya tertarik wajar, karena dia adalah pecinta sejarah, yang pastinya senang dengan “barang” dari masa lalu. Waktu berlalu, sampai suatu waktu saya diajak lagi ke sana, berhubung saya kosong, saya iyakan saja.

Berangkatlah saya dan teman saya ke sana, berbekal kamera dan baterai cadangan. Kami tiba di tempat sekitar jam 1an, langit yang cerah juga membuat panas semakin terik.
Singkat cerita berkelilinglah saya dan teman saya melihat tempat peristirahatan terakhir dengan berbagai bentuk, dari berbagai negara dan yang pasti antik-antik.
Oke deh, saya tidak terlalu pandai bercerita, untuk lebih lanjut silahkan melihat-lihat hasil jepretan saya di bawah ini.

Makam Gouverneur General Pieter Merkus yang meninggal tahun 1844

View salah satu sudut Makam Peneleh

Salah satu hiasan nisan berupa patung wanita bersandar pada salib dengan memegang karangan bunga

Makam Vice President Indie Government P.J.B. de Perez, meninggal tahun 1859

Makam suster-suster dari ordo Ursulin tahun 1890

Makam Pastoor Soerabaija, meninggal tahun 1866

Makam salah satu pasukan Artileri, tahun 1855

Makam Resident Soerabaija, meninggal tahun 1848

Salah satu hiasan makam dengan simbol ular melingkar

Makam yang dihiasi dengan pilar-pilar

Tengkorak : salah satu ornamen di batu nisan

Yang terakhir adalah foto kuburan kosong, yang jenazahnya sudah dikeluarkan dari liang lahat. Yang tersisa hanya nisan dan kuburan yang menganga… hiiiiiii
Salam Jepret!









carlos says:
July 8th, 2009 at 7:07 pm
Keren euy……!!! Sayang gak terawat seperti makam Taman Prasasti di Jakarta
Mylene Dressler says:
August 2nd, 2009 at 9:10 pm
Dear Chris,
Thank you for these beautiful pictures. I have ancestors buried at Peneleh cemetery, but have never been able to go there and find their gravesites. I do appreciate your posting these images.
Best wishes,
Mylene
papabonbon says:
August 4th, 2009 at 9:42 am
foto fotonya cis waktu malam night surabaya heritage yg kemarin di share ke kita kita donk … huehehehe
Nikki Putrayana says:
September 19th, 2009 at 9:59 pm
hem…. blog menarik yang saya cari2. saya juga ada niat dokumentasi makam peneleh. Mohon infonya donk.. apakah perlu surat ijin dokumentasi atau cukup datang saja kesana ? Thanks for sharing.
kaka arek peneleh says:
November 29th, 2009 at 8:22 pm
jepretan kameranya bagus banget….. aku yang asli peneleh jadi ikutan bangga ternyata kampungku tercinta menyimpan cerita sejarah yang bisa dibanggakan…. bravo peneleh…
Epha says:
February 5th, 2010 at 8:27 am
kakak ajarin aq photoghraphy dunk?
hasil jepretannya baguuss..
djendro says:
February 16th, 2010 at 1:08 pm
Alangkah indahnya jikalau makan ada yang mau membiayai untuk perawatan,pasti akan menjadi obyek wisata tersendiri bagi kota tercinta Suabaya,saya jadi teringat ketika dulu saya dng klompok pernah berlatih silat dimakam Peneleh ini,sayang kondisinya memprihatinkan Mas.